
Surabaya | Jawas.id
Sorotan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap keberadaan Rumah Radio Bung Tomo memicu desakan dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) agar Pemerintah Kota Surabaya segera mengambil sikap dan memberikan penjelasan resmi kepada publik.
Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menyatakan bahwa isu ini menyangkut identitas sejarah Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Menurutnya, ketidakjelasan status rumah radio tersebut berpotensi mencoreng citra dan tanggung jawab pemerintah daerah.
“Ini bukan persoalan kecil. Ketika Presiden saja mempertanyakan keberadaannya, artinya ada masalah serius yang harus dijelaskan secara terbuka,” tegas Baihaki.
AMI menilai perlindungan terhadap situs sejarah nasional harus menjadi prioritas, bukan dikalahkan oleh kepentingan pembangunan atau administrasi semata. Hilangnya jejak sejarah, kata AMI, akan berdampak panjang terhadap pemahaman sejarah generasi mendatang.
AMI memastikan akan terus mengawal persoalan ini dan membuka ruang advokasi publik apabila Pemkot Surabaya tidak segera memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.(Red Jawas.id ba)